Demokrat terus merapatkan para kandidat mitra koalisi. Mereka tak ingin koalisi yang telah memberikan komitmen kembali lepas. Kemarin (5/5) Tim Sembilan Partai Demokrat bertemu secara terpisah dengan Tim Lima PPP dan PKS di Hotel Nikko, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.
Dimulai sekitar pukul 14.00, dari Tim Lima PPP hadir Bendahara Umum DPP PPP Suharso Monoarfa, Wasekjen PPP Muhammad Romahurmuzy, dan Ketua Majelis Pertimbangan Wilayah DPW PPP Wan Abu Bakar. Dari kubu Demokrat, ada Jero Wacik yang juga menteri kebudayaan dan pariwisata, Syarief Hasan, ketua Fraksi Partai Demokrat di DPR, dan Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul.
Sesudah pertemuan, PPP belum secara terus terang menyatakan telah mengikat koalisi. Padahal, SBY secara terbuka sudah menyebutkan bergabungnya PPP dengan koalisi incumbent. "Kami sepakat membangun komunikasi politik ke arah koalisi. Jadi, ada proses," kata Suharso.
Menurut dia, itu pertemuan pertama yang resmi dan formal antara PPP dengan Demokrat. Sejauh ini, tambah Suharso, persoalan cawapres sama sekali tidak dibicarakan.
Dia menuturkan, di internal PPP sudah tidak ada lagi friksi antara kubu yang menginginkan tetap bersama dengan SBY atau berpisah. "Hasil itu bakal kami laporkan kepada SDA (Ketua Umum DPP PPP Suryadharma Ali, Red)," ungkapnya. Awalnya, SDA memang memotori gerakan untuk memisahkan diri dari koalisi incumbent SBY.
Romahurmuzy menyampaikan, pada prinsipnya platform PPP dan Demokrat di bidang pembangunan sudah sama. Di antaranya, soal pembangunan yang pro lowongan pekerjaan, pertumbuhan, dan kesejahteraan. "Cuma, ke depan perlu ditambahkan soal pemerataan pembangunan," ujarnya.
Dia menyebut pihaknya belum punya kesepakatan soal koalisi. "Kami punya kontrak politik. Mereka (Demokrat, Red) juga punya. Itu harus disinergikan. Apakah akan berangkat dan berakhir pada satu draf, kita lihat saja," terangnya.
Sesudah PPP, sekitar pukul 16.00 giliran Demokrat bertemu PKS. Dari Tim Lima PKS hadir Presiden PKS Tifatul Sembiring, Mahfudz Siddiq, ketua Fraksi PKS di DPR, dan anggota DPR dari PKS Soeripto.
Tifatul menyampaikan bahwa kontrak politik kerja sama PKS dengan Demokrat di legislatif dan kabinet sudah lebih matang dan konkret. Tidak ada perbedaan mendasar. "Setelah cek akhir antara SBY sebagai ketua Dewan Pembina Demokrat dengan Majelis Syura PKS sebagai dewan tertinggi di PKS, mudah-mudahan bisa ditandatangani sama-sama," katanya.
Meski begitu, Tifatul menegaskan bahwa di kontrak politik itu tidak ada persoalan cawapres dan format kabinet, melainkan lebih bersifat normatif mengenai masalah kebangsaan.
Menurut dia, kalau melihat tren, kecil sekali PKS akan mengubah arah koalisi. "Sebab, kami sudah jauh. Kecuali, ada sesuatu yang sangat revolusioner. Yang jelas, dari tiga kali ketemu, belum ditemukan perbedaan mendasar dari keinginan memberantas korupsi sampai melanjutkan reformasi," bebernya.
Termasuk siap legawa kalau cawapres yang dipilih bukan kader PKS? "Beliau berjanji berbicara dengan seluruh peserta koalisi," ucap Tifatul. Dia hanya menyarankan SBY tetap memilih cawapres dari kalangan parpol, bukan profesional. "Sebab, Wapres itu jabatan politik," tegasnya.
Syarief selaku anggota Tim Sembilan Partai Demokrat mengungkapkan bahwa sifat kontrak politik yang tengah disusun memang masih makro, belum mendetail. (pri/tof)
Sumber : Jawa Pos
|
Berita Internasional Terbaru
Jennifer Aniston tampakya masih belum bisa melupakan mantan suaminya Brad Pitt. Pasca perceraiannya pada tahun 2005, pelakon serial Friends ini sempat berkencan dengan beberapa lelaki lain, sebut
|
Krisis ekonomi yang melanda AS membuat sebagian wanita di negeri adikuasa itu banting setir. Mereka yang tadinya bekerja kantoran setelah di-PHK kini beralih menjadi penari bugil, pemain film porno
|
Angelina Jolie tampaknya masih sebal dengan ulah suaminya, Brad Pitt yang kedapatan sedang memberikan pijatan kepada salah satu pengasuh anaknya. Dan kini mereka pisah ranjang, Brad Pitt tidak
|
|
|
Berita Bisnis
Ada Yang Ingin Jatuhkan Sri Mulyani? Badan Pemeriksa Keuangan diminta mengarahkan audit investigasinya terhadap penggunaan dana yang sudah dikucurkan oleh Bank Indonesia melalui fasilitas pendanaan jangka pendek dan penyertaan modal Lanjut...
|
Luar Biasa, Omzet Tempe Capai Rp 15 Triliun Jangan pernah memandang tempe dengan sebelah mata. Pasalnya, makanan yang kebanyakan dibuat oleh industri rumahan ini ternyata memiliki omzet tahunan yang mencengangkan. Sebagai bukti, saban tahun, Lanjut...
|
|