|
Organisasi Muhammadiyah akan bersikap netral pada Pemilu mendatang, meskipun ada perubahan pendekatan organisasi ini terhadap partai politik (parpol).
Ketua Umum DPP Muhammadiyah, Din Syamsudin saat Tabligh Akbar dan persmian masjid "K.H. Ahmad Dahlan" Desa Plompong Kecamatan Sirampok, Kabupaten, Brebes, Jateng, Minggu, mengatakan, kalau dulu netralnya Muhammadiyah itu pasif. "Muhammadiyah itu tidak ke mana-mana dan menjaga jarak dengan partai politik sehingga akibatnya kita banyak yang ada di luar. Tetapi sekarang ini netralnya aktif, kita tidak menjaga jarak dengan parpol," katanya. Muhammadiyah, menurut dia, menjaga pendekatan yang sama dengan semua partai politik peserta Pemilu. "Kalau banyak orang Muhammadiyah tersebar di berbagai parpol, akan membanggakan bagi kita semua," katanya. Tetapi, lanjut dia, yang harus diingat adalah jangan sampai membawa-bawa bendera organisasi dalam berpolitik karena Muhammadiyah adalah organisasi dakwah, organisasi sosial, dan lainnya. Ia menegaskan, dalam Mukatamar 1971 di Makassar sudah ditegaskan bahwa Muhammadiyah tidak memiliki hubungan struktural, organisatoris, dan beraviliasi dengan partai politik. Menurut dia, partai politik penting dan warga Muhammadiyah tidak boleh mengabaikan politik. "Kalau kita tidak mempedulikan maka kita akan menjadi korban politik dari orang lain," katanya. Ketika menjawab peserta tabligh akbar soal sikap warga Muhammadiyah pada Pemilu baik legislatif maupun eksekutif (pemilihan presiden dan wakil presiden), Din mengatakan, bagi warga Muhammadiyah yang memiliki hak suara sebaiknya menggunakan hak itu dengan baik. "Kita tidak usah membawa hal itu ke fatwa atau yang lainnya karena kalau kita menggunakan hak pilihnya tentunya sebagai penjelmaan tanggung jawab kita untuk melakukan perubahan," katanya. "Kita jangan golput karena kalau golput maka yang untung adalah orang lain. Pilihlah yang diyakini mempunyai komitmen moral untuk membawa aspirasi rakyat Indonesia," katanya menegaskan. "Silahkan orang-orang Muhammadiyah menyebar ke parpol tetapi jangan membawa lembaga Muhammadiyah karena niat Muhammadiyah adalah untuk dakwah. Yang penting lagi adalah jangan menimbulkan konflik pada Pemilu mendatang," katanya.
|